Shock belakang motor adalah komponen sistem suspensi yang berfungsi meredam gaya osilasi dari permukaan jalan untuk menjaga stabilitas, traksi ban, dan kenyamanan berkendara. Panjang shockbreaker diukur secara linear dari titik tengah lubang dudukan atas (rangka) hingga titik tengah lubang dudukan bawah (swing arm) dalam satuan milimeter (mm). Sebagai referensi saat membandingkan data ukuran komponen motor dalam satuan mm, Anda juga bisa melihat daftar ukuran klep motor standar pabrikan untuk kebutuhan servis mesin.
Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Honda
Motor Honda menggunakan variasi panjang shockbreaker yang signifikan antara tipe matic, bebek, dan sport untuk menyesuaikan geometri rangka dan beban kerja suspensi.
| Tipe Motor Honda | Ukuran (mm) |
|---|---|
| Honda Beat / Scoopy FI | 320 mm |
| Honda Beat Karburator | 270 mm |
| Honda Vario 125 / 150 | 330 mm |
| Honda Vario 160 | 300 mm |
| Honda PCX 150 / CBR250RR | 310 mm |
| Honda PCX 160 | 315 mm |
| Honda Supra X 125 / Blade | 330 mm |
| Honda Revo / Karisma 125 | 285 mm |
| Honda CB150R / CBR150R | 370 – 375 mm |
| Honda Tiger Revo / Megapro | 340 mm |
| Honda Verza | 350 mm |
Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Yamaha
Pabrikan Yamaha sering menerapkan perbedaan spesifikasi panjang shockbreaker pada generasi model yang sama, seperti terlihat pada perbedaan dimensi suspensi seri NMAX.
| Tipe Motor Yamaha | Ukuran (mm) |
|---|---|
| Yamaha Aerox 155 | 305 mm |
| Yamaha NMAX (2015-2020) | 330 – 335 mm |
| Yamaha NMAX (2020 – Sekarang) | 340 – 345 mm |
| Yamaha Mio Sporty / Soul | 300 mm |
| Yamaha Jupiter Z / Vega / F1ZR | 270 mm |
| Yamaha Jupiter MX King 150 | 305 mm |
| Yamaha RX King (Semua Seri) | 320 mm |
| Yamaha Vixion Series | 340 mm |
| Yamaha R15 V2/V3/Connected | 290 mm |
| Yamaha R25 | 300 mm |
Daftar Ukuran Shock Belakang Motor Suzuki
Motor Suzuki memiliki karakteristik suspensi yang spesifik, terutama pada lini hyper-underbone dan motor sport ringan yang membutuhkan presisi tinggi pada bagian buritan.
| Tipe Motor Suzuki | Ukuran (mm) |
|---|---|
| Suzuki Satria FU 150 | 320 mm |
| Suzuki GSX-R150 / S150 | 315 mm |
| Suzuki Nex II / Nex Cross | 315 – 320 mm |
| Suzuki Burgman 125 | 340 mm |
| Suzuki Thunder 125 | 340 – 345 mm |
| Suzuki Shogun 125 / Smash | 330 mm |
| Suzuki Hayate 125 | 335 mm |
| Suzuki Spin 125 / Skydrive | 330 mm |
| Suzuki A100 / RC80 | 310 mm |
Dampak Penggunaan Ukuran Shockbreaker Tidak Sesuai
Menggunakan shockbreaker dengan panjang yang melenceng lebih dari 1-2 cm dari standar pabrik dapat mengubah caster angle dan distribusi beban motor. Jika terlalu pendek, motor berisiko mengalami bottoming (mentok) dan merusak komponen undercarriage. Sebaliknya, shockbreaker yang terlalu panjang membuat posisi buritan terlalu tinggi, mengurangi traksi ban depan, dan menyebabkan gejala limbung saat bermanuver.
Indikasi Kerusakan Shockbreaker Belakang
- Terjadi kebocoran oli pada batang as (piston rod).
- Muncul suara benturan (clunking noise) saat melewati polisi tidur.
- Motor memantul berlebihan (rebound tidak terkontrol) setelah melewati lubang.
- Keausan ban belakang tidak merata atau bergelombang (cupping).
Pemilihan shockbreaker pengganti harus memperhatikan tipe dudukan, baik model O (bulat) maupun Y (yoke), serta spesifikasi beban (load index) untuk memastikan performa suspensi tetap optimal sesuai standar manufaktur.